Siapkah Kamu Menjadi Asdos?
Asdos merupakan singkatan dari asisten dosen. Asdos bertugas untuk membantu dosen dalam penyelenggaraan praktikum, membimbing, dan mengarahkan praktikan dalam mengerjakan praktikum, serta memberi penilaian kepada praktikan yang akan digunakan dosen sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian nilai. Di Teknik Geodesi Undip ini terdapat empat bidang yang membutuhkan asdos dalam pelaksanaan praktikumnya, yaitu Pengindraan Jauh dan Fotogrametri (Indraja dan Fotri), Terestris, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan Hidrografi.
Prosedur untuk menjadi seorang asdos berbeda-beda, tergantung kebijakan dari Kepala Laboratorium bidang masing-masing. Laboratorium Indraja dan Fotri mengadakan open recruitment untuk regenerasi asdos setiap tahunnya. “Nah, buat waktunya sekitar bulan Mei-Agustus.”, kata Bagas yang merupakan asdos Indraja dan Fotri. Open Recruitment asdos Indraja dan Fotri sudah dilaksanakan pada pertengahan Agustus ini. Syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftarnya, yaitu mata kuliah Fotogrametri dan Indraja minimal B; IPK minimal 3,00; dapat bekerja dalam tim dan melihat secara 3D; serta mengumpulkan berkas yang diminta, seperti transkrip nilai, curriculum vitae (CV), dan esai.
Laboratorium Terestris juga melakukan open recruitment dengan seleksi berupa tes, yaitu tes hitungan seputar mata kuliah Ilmu Ukur Tanah dan mata kuliah lain yang berkaitan. Selain open recruitment, prosedur menjadi asdos bisa dengan cara ditunjuk langsung oleh Kepala Laboratorium yang bersangkutan, seperti pada asdos SIG dan Hidrografi. Jika ingin menjadi asdos dari kedua bidang tersebut, mahasiswa harus lulus pada mata kuliahnya dan melakukan praktikum yang bersangkutan. Viona misalnya, dia dipilih langsung oleh Kepala Laboratorium SIG sebagai asdos dikarenakan tema Kerja Praktik yang dilakukannya sesuai dengan bidang SIG.
Banyak sekali keuntungan yang didapatkan jika menjadi seorang asdos. Kepala Laboratorium Hidrografi, Bandi Sasmito, S.T., M.T., mengatakan bahwa keuntungan menjadi asdos Hidrografi yaitu dapat mendalami ilmu Hidrografi dengan baik dan bisa mengambil tema Tugas Akhir Hidrografi. Keuntungan lainnya menjadi asdos yaitu, mengenal banyak angkatan baik adik tingkat maupun kakak tingkat, bisa berbagi ilmu dengan sesama asdos maupun praktikan, lebih fasih dan paham pada bidang tersebut, belajar menghadapi berbagai masalah dengan memberikan solusi-solusi baru, menjadi kepercayaan dosen, dan pengerjaan Tugas Akhir menjadi lebih mudah karena sudah menguasai materi. Pada akhir periode, para asdos akan mendapatkan sertifikat atau surat keterangan yang menyatakan bahwa dia merupakan asdos bidang tertentu. Setiap laboratorium memiliki alat penunjang masing-masing yang juga dapat digunakan para asdos untuk belajar. Pada laboratorium Hidrografi misalnya, terdapat alat baru yaitu echosounder.
Tidak ada kerugian yang berarti jika kita menjadi seorang asdos, namun kita harus menerima konsekuensinya, misalnya dalam hal waktu. Kesibukan menjadi seorang asdos tidak mengenal waktu, karena praktikum biasanya dilaksanakan di luar jadwal kuliah sehingga harus bisa mengatur waktu dengan baik. Kendala-kendala yang terjadi pun biasanya berupa manajemen waktu yang kurang baik, misalnya ketidaktepatan waktu perjanjian untuk asistensi, kegiatan praktikum terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan, atau dikejar deadline untuk penandatanganan lembar pengesahan.
“Tanggung jawab yang dipikul seorang asdos tidak ringan, dia harus memastikan praktikan memahami praktikum yang dijalankannya dan dapat menjawab pertanyaan yang diajukan saat responsi nanti. Selain itu, kedisiplinan, ketertiban, dan tanggung jawab harus ditekankan pula pada praktikan.”, kata Gabriel atau yang sering disapa dengan sebutan Abi ini sebagai seorang asdos Terestris.
Narasumber:
Bandi Sasmito, S.T., M.T. (Kepala Laboratorium Hidrografi)
Gabriel Yedaya Immanuel R. (Asdos Terestris)
Viona Yashinta (Asdos SIG)
Bagas Ramadhan (Asdos Indraja dan Fotri)
Reporter:
Neni Indah
Wening Aisyah